Abon Ikan Perempuan Seraya Naik Kelas, Universitas Warmadewa Suntik Teknologi dan Standar Produksi

October 15, 2026 |
Gender Equality Decent Work and Economic Growth Industry, Innovation and Infrastructure
Abon Ikan Perempuan Seraya Naik Kelas, Universitas Warmadewa Suntik Teknologi dan Standar Produksi
Abon Ikan Perempuan Seraya Naik Kelas, Universitas Warmadewa Suntik Teknologi dan Standar Produksi

Potensi hasil laut Desa Seraya Timur, Karangasem, mulai didorong naik kelas. Kelompok perempuan pesisir yang tergabung dalam Poklahsar Akshadha Segara Putri kini mendapat pendampingan Universitas Warmadewa untuk meningkatkan kualitas sekaligus daya saing produk abon ikan.

 
 

Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Warmadewa tersebut menyasar 10 anggota kelompok. Bukan sekadar memberikan pelatihan, tim akademisi juga turun langsung mendampingi proses produksi hingga menyerahkan sejumlah peralatan yang dibutuhkan kelompok.

 

Fokus utama program ini adalah membenahi aspek yang selama ini menjadi tantangan usaha abon ikan, mulai dari higiene dan sanitasi pangan, keamanan produk, teknik pengolahan, hingga pengemasan.

 
 

Peserta tidak hanya menerima materi. Mereka langsung mempraktikkan proses pengolahan dan pengemasan abon ikan dengan pendampingan tim pengabdian.

Ketua Tim Pengabdian Universitas Warmadewa, I Made Abdi Janaguna, mengatakan potensi sumber daya ikan di Seraya sebenarnya sangat besar. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan nilai tambah maksimal bagi masyarakat karena masih terdapat kendala dalam proses produksi dan pemasaran.

“Produk yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh bahan baku yang baik, tetapi juga oleh proses produksi yang higienis dan kemasan yang mampu menjaga mutu produk. Melalui kegiatan ini kami ingin membantu kelompok perempuan pesisir agar memiliki kemampuan dan sarana yang lebih baik untuk mengembangkan usahanya,” ujarnya.

Tak berhenti pada pelatihan, Universitas Warmadewa juga menyerahkan sejumlah peralatan pendukung produksi, di antaranya spinner peniris minyak, standing pouch food grade, serta alat penyegel kemasan.

Peralatan tersebut diharapkan mampu membuat abon ikan lebih kering, memperpanjang daya simpan, sekaligus memberikan tampilan produk yang lebih profesional.

Dengan kemasan yang lebih menarik dan proses produksi yang semakin memenuhi prinsip keamanan pangan, produk abon ikan Poklahsar Akshadha Segara Putri diharapkan tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas.

Dampak pendampingan juga terlihat dari meningkatnya pemahaman anggota kelompok. Jika sebelumnya sebagian peserta belum memahami secara optimal pentingnya higiene sanitasi dan fungsi kemasan, setelah pelatihan mayoritas peserta telah memahami prinsip tersebut dan siap menerapkannya dalam kegiatan produksi sehari-hari.

Ketua Poklahsar Akshadha Segara Putri, Ni Wayan Sumartini Febriyanti, mengaku program tersebut memberikan manfaat nyata bagi kelompoknya.

“Selain mendapatkan pengetahuan tentang higiene dan sanitasi pangan, kami juga menerima bantuan peralatan yang sangat mendukung proses produksi. Program ini memberikan semangat baru bagi kelompok kami untuk terus meningkatkan kualitas produk abon ikan yang dihasilkan,” katanya.

Antusiasme anggota kelompok menunjukkan bahwa perempuan pesisir tidak hanya menjadi pelaku usaha pengolahan hasil laut, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi keluarga dan masyarakat.

Melalui peningkatan keterampilan, penerapan teknologi tepat guna dan perbaikan kualitas produk, Universitas Warmadewa mendorong pemanfaatan sumber daya pesisir tidak berhenti pada penjualan bahan mentah.

warmadewaberdampak SDGs
Other Topics