Mahasiswa Pertanian Unwar Didorong Kuasai Esai, Jadi Senjata Hadapi Disrupsi Teknologi

April 09, 2026 |
Quality Education Decent Work and Economic Growth Industry, Innovation and Infrastructure Partnerships for the Goals
Mahasiswa Pertanian Unwar Didorong Kuasai Esai, Jadi Senjata Hadapi Disrupsi Teknologi
Mahasiswa Pertanian Unwar Didorong Kuasai Esai, Jadi Senjata Hadapi Disrupsi Teknologi

Mahasiswa pertanian kini dituntut tak hanya menguasai teknik budidaya, tetapi juga mampu mengartikulasikan gagasan melalui tulisan. Kemampuan menulis esai bahkan disebut sebagai “senjata baru” dalam menghadapi disrupsi teknologi dan informasi di sektor pertanian.

Hal itu mengemuka dalam Pelatihan Giat Prestatif Mahasiswa Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi (FPST) Universitas Warmadewa yang digelar di Denpasar, Jumat (27/3/2026).

Akademisi Agroteknologi Unwar, I Nengah Muliarta, menegaskan bahwa esai bukan sekadar tugas akademik, melainkan alat penting untuk menjaga relevansi mahasiswa di tengah derasnya arus informasi.

Menurutnya, kemampuan menulis esai mendorong mahasiswa untuk melakukan riset mendalam, berpikir kritis, serta merumuskan solusi atas persoalan pertanian yang semakin kompleks.

“Dunia pertanian menghadapi disrupsi dari berbagai sisi, mulai dari perubahan iklim hingga digitalisasi pasar. Tanpa kemampuan menulis, ide mahasiswa hanya akan berhenti di laboratorium,” ujarnya.

Ia menyebut esai memiliki kekuatan argumentatif yang mampu meningkatkan posisi tawar mahasiswa dalam mengkritisi kebijakan maupun menawarkan inovasi bagi sektor pertanian.

Selain itu, Muliarta juga menyoroti masih adanya kesenjangan antara hasil riset kampus dengan pemahaman masyarakat. Mahasiswa dinilai perlu berperan sebagai penerjemah sains agar data teknis bisa dipahami publik secara luas.

“Mahasiswa harus masuk ke ruang publik melalui esai. Ini penting agar isu seperti kedaulatan pangan atau alih fungsi lahan tidak hanya jadi angka, tetapi punya makna bagi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, kemampuan menulis juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter intelektual mahasiswa. Melalui esai, mahasiswa dilatih tidak hanya tajam secara analisis, tetapi juga memiliki empati sosial terhadap kondisi petani.

Sementara itu, Wakil Dekan III FPST Unwar, Wayan Sudiarta, mengatakan pihak fakultas akan memberikan ruang bagi karya terbaik mahasiswa agar dapat berlanjut ke ajang kompetisi hingga publikasi di media massa.

“Kami ingin semangat menulis ini tidak berhenti di kelas, tapi berlanjut hingga tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan menulis esai, tetapi juga pembuatan video kreatif, desain poster, hingga penyusunan business plan.

Dengan penguatan literasi ini, FPST Unwar optimistis dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga mampu menjadi opinion leader di bidang pertanian serta berkontribusi menjaga kedaulatan pangan di tengah perubahan global.

 

kampusberdampak universitaswarmadewa