Meningkatnya penggunaan vape di kalangan remaja usia sekolah mulai memicu kekhawatiran di Bali. Akses yang kian mudah serta pengaruh pergaulan membuat rokok elektrik semakin populer di kalangan pelajar, padahal risiko kesehatannya tidak bisa dianggap remeh.
“Anak-anak sangat antusias dengan materi yang diberikan dan aktif menceritakan pengalaman mereka,” ujar dr. Luh Gde Evayanti, M.Si di sela kegiatan.
Dalam sesi penyuluhan, tim FKIK Unwar menegaskan bahwa penggunaan vape pada usia remaja dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk gejala sesak napas dan iritasi paru. Selain itu, paparan nikotin dalam rokok elektrik juga berpotensi memengaruhi perkembangan otak remaja yang masih dalam fase pertumbuhan.
Tak hanya membahas kesehatan fisik, tim juga mendorong pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin sebagai langkah deteksi dini berbagai masalah kesehatan
Menariknya, kegiatan ini tidak berhenti pada aspek medis. Anak-anak dan remaja juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menabung sejak dini sebagai bagian dari pembentukan karakter remaja yang cerdas finansial.