Dinilai Aset Aman, Akademisi Tetap Ingatkan Kehati-hatian Investasi Emas 27 Jan 2026 16:07:52498

February 23, 2026 |
Quality Education Decent Work and Economic Growth
Dinilai Aset Aman, Akademisi Tetap Ingatkan Kehati-hatian Investasi Emas 27 Jan 2026 16:07:52498
Dinilai Aset Aman, Akademisi Tetap Ingatkan Kehati-hatian Investasi Emas 27 Jan 2026 16:07:52498

Harga emas dunia mencetak rekor sejarah dengan nilai spot gold menembus lebih dari USD 5.000 per troy ounce dalam beberapa hari terakhir.

 

Capaian ini menjadi level tertinggi sepanjang sejarah dan menandai meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi serta stabilitas geopolitik global.
 
Menurut Dekan Fakultas Ekonomid dan Bisnis Universitas Warmadewa Dr. Ida Bagus Agung Dharmanegara, Selasa (27/1/2026), lonjakan harga emas kali ini agar tidak dipandang sebagai fluktuasi musiman semata, namun perlu disikapi karena mencerminkan perubahan besar dalam perilaku investor global. Oleh karena itu dalam berinvestasi emas dalam kondisi ini perlu kehati-hatian meski tren harga emas terus naik. 
 
Ada beberapa penyebab kenaikan harg emas yang signifikan tersebut. Diantaranya, ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan, konflik berkepanjangan, serta tekanan dalam hubungan perdagangan internasional mendorong investor mengalihkan dana dari aset berisiko ke instrumen yang dianggap lebih aman, seperti emas.
 
Selain faktor geopolitik, pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap sejumlah mata uang utama turut memperkuat daya tarik emas. Dengan dolar yang melemah, harga emas menjadi relatif lebih murah bagi investor di luar Amerika Serikat, sehingga mendorong peningkatan permintaan di pasar internasional.
 
Permintaan dari bank sentral berbagai negara juga menjadi faktor penting yang menopang kenaikan harga emas. Sejumlah bank sentral besar diketahui meningkatkan cadangan emas sebagai strategi diversifikasi aset, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap instrumen berbasis dolar. Langkah ini turut memperkuat tren kenaikan harga emas dalam jangka panjang.
 
Kondisi tersebut mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap prospek ekonomi global. Ketidakpastian arah kebijakan moneter, tekanan fiskal di negara-negara maju, serta potensi melemahnya instrumen pendapatan tetap seperti obligasi membuat emas kembali dipandang sebagai lindung nilai yang relatif stabil.
 
Bagi masyarakat dan pelaku ekonomi di Indonesia, lonjakan harga emas dunia berdampak langsung pada harga emas fisik di pasar domestik. Pergerakan harga global biasanya akan tercermin pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta harga emas batangan di butik logam mulia dan gerai investasi.
 
Dalam situasi ekonomi global yang masih bergejolak, emas dinilai tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang relatif aman dan menjanjikan. Ketidakpastian global yang tinggi membuat banyak investor, termasuk investor ritel, kembali melirik emas sebagai sarana menjaga nilai aset di tengah fluktuasi pasar keuangan.
 
Tren ini diperkirakan masih akan berlanjut selama tekanan geopolitik dan ekonomi global belum menunjukkan tanda-tanda mereda, sementara kebijakan moneter di berbagai negara masih berada dalam fase penyesuaian. 

kampusberdampak universitaswarmadewa SDGs