Cegah Stunting, Dosen Warmadewa Turun Langsung Edukasi Kader Posyandu

February 23, 2026 |
Zero Hunger Good Health and Well-being
Cegah Stunting, Dosen Warmadewa Turun Langsung Edukasi Kader Posyandu
Cegah Stunting, Dosen Warmadewa Turun Langsung Edukasi Kader Posyandu

Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa memperkuat peran Kader Posyandu Banjar Puseh Kangin, Desa Sanur Kauh, dalam mengawal tumbuh kembang anak melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM), Sabtu (13/12).

Kegiatan bertajuk “Penyuluhan Tumbuh Kembang Anak dan Investasi Keluarga” ini digelar di Balai Banjar Puseh Kangin dan diikuti seluruh kader Posyandu setempat. Program tersebut bertujuan meningkatkan sekaligus menyegarkan kompetensi kader sebagai garda terdepan pemantauan kesehatan anak di tingkat masyarakat.

Tim PKM FKIK Universitas Warmadewa terdiri dari dr. Putu Arya Suryanditha, M.Si, dr. Ni Wayan Widhidewi, M.Biomed, serta I Nyoman Sutapa, SE, M.Si. Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.

 

dr. Putu Arya Suryanditha menekankan bahwa masa golden age merupakan periode krusial dalam pertumbuhan anak. Risiko stunting dan keterlambatan perkembangan masih menjadi tantangan yang membutuhkan deteksi dini. “Kader Posyandu memiliki peran strategis dalam pemantauan awal tumbuh kembang anak. Melalui penyuluhan ini, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa kesehatan anak merupakan investasi jangka panjang keluarga yang nilainya tidak ternilai,” ujarnya.

Kegiatan yang dimulai pukul 16.30 WITA ini tidak hanya memaparkan teori mengenai parameter tumbuh kembang anak, tetapi juga memberikan materi edukasi tentang literasi investasi keluarga. Materi tersebut dinilai penting untuk membekali kader agar mampu mengedukasi masyarakat, terutama dalam menghindari praktik investasi bodong yang kerap merugikan keluarga.

 

Sesi diskusi interaktif turut digelar untuk menggali berbagai kendala yang dihadapi kader di lapangan, khususnya saat melakukan penimbangan dan pengukuran rutin di Posyandu. Diskusi ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan kader dalam melakukan skrining awal tumbuh kembang anak.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Perbekel Desa Sanur Kauh serta tokoh masyarakat setempat. Sinergi antara akademisi dan kader kesehatan lapangan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan Posyandu, sehingga permasalahan kesehatan anak dapat terdeteksi dan ditangani lebih cepat. 

kampusberdampak
Other Topics